Senin, 13 Oktober 2014

Hal Wajib Sebelum Membangun Rumah

Hal Wajib Sebelum Membangun Rumah

Memiliki rumah ideal sudah pasti menjadi idaman kita semua. Jika Anda memang sedang merencanakan untuk membangun ataupun membeli rumah baru, sebaiknya Anda perhatikan ada tiga hal yang wajib sebelum membangun hunian idaman.

1. Penghuni (Owner).

Menurut Rita, penghuni atau pemilik rumah harus bisa merasa aman, nyaman dan dapat merasakan nilai estetika (keindahan) dari rumah yang dibangun tersebut. Lebih baik jika karakter dari si pemilik pastinya akan disesuaikan dengan bangunan rumahnya. Serta akan lebih memuaskan, jika pihak pengembang dalam mengerjakan pembangunan rumah sebelumnya sudah mendiskusikan bentuk dan modelnya yang sesuai dengan karakter penghuni.

2. Lingkungan (Enviroment).


Konsep atau desain rumah yang akan dibangun, harus disesuaikan dengan keadaan lingkungannya. Dalam hal ini menyangkut kondisi alam, cuaca juga iklim. Hal itu disebabkan karena belum tentu rumah di satu cocok ditempat lainnya. Karena tiap-tiap daerah memiliki kondisi alam yang berbeda-beda.

3. Bangunan (Building).
Hal lain yang Wajib diperhatikan adalah banguanan rumah itu sendiri. Dalam hal ini menyangkut material-material yang akan digunakan dan kekokohan bangunannya. Tidak semuanya harus memakai material beton, bahan kayu ataupun bambu bisa juga digunakan dalam beberapa bagian rumah. Si pemilik bisa membicarakan hal ini dengan arsiteknya.

Menurut Rita sekarang ini di Indonesia lebih banyak rumah yang tidak lagi memerhatikan lingkungan, tidak sesuai dengan arsitektur tradisional Indonesia dan tidak cocok dengan kondisi alam di sekitarnya.

www.rumahselerakita.blogspot.com

Tips Memilih Hunian Apartement

Pilih Hunian Apartemen? Ini Tipsnya


Di era zaman modern seperti sekarang ini, dengan mahalnya harga tanah, dan sibuknya aktivitas sehari-hari yang dilakukan seseorang, membuat kebutuhan akan rumah tinggal tidak lagi tinggal di atas tanah tetapi naik menjadi hunian di Apartemen.


Dengan tinggal di apartemen, secara lifestyle lebih cocok bagi kebutuhan manusia aktif dan sibuk di zaman sekarang ini. Meskipun kecil tetapi cukup bisa mewakili praktisnya aktivitas yang harus dijalani setiap hari.

Tanpa disadari tinggal di apartemen meskipun luar bangunan lebih kecil dan tidak terlalu banyak yang dilakukan justru malah membuat kehidupan ekonomi seseorang menjadi lebih tidak stabil dan lebih boros. Bagaimanakah hal ini secara feng shui? Apakah ada pengaruh tinggal di apartemen secara feng shui?

Bagaimanakah Apartemen secara feng shui?

Biasanya bangunan apartemen selalu berada di dalam kompleks gedung-gedung lain misalnya mal, atau kantor atau apartemen lain. Di antara tower atau gedung satu dan lainnya ada peluang dikelilingi jalan. Dengan demikian tower di mana bangunan apartemen berada akan dikelilingi oleh empat jalan, meski tidak semua merupakan jalan utama, tetapi tetap jalan di sekeliling tower apartemen dilalui orang dan kendaraan, sehingga secara energi feng shui banyak gerakan yang membuat bangunan tower apartemen menjadi tidak stabil.

Secara feng shui Tower Apartemen yang diapit banyak jalan di sekelilingnya cenderung membuat kehidupan penghuni di apartemen tidak stabil. Mengapa demikian? Karena adanya jalan cenderung membuat aliran energi sekeliling gedung apartemen terjadi karena pergerakan orang, kendaraan dan angin yang bergerak sejalan dengan gerakan kendaraan. Itulah sebabnya mengapa kehidupan penghuni di apartemen secara feng shui cenderung tidak stabil dibandingkan dengan penghuni rumah biasa di atas tanah (landed house).

Selain itu juga biasanya yang menjadi masalah tinggal di Apartemen secara feng shui adalah adanya pintu masuk utama. Secara feng shui pintu masuk utama yang harus diperhatikan adalah pintu masuk utama ke unit apartemen, karena semua penghuni keluar masuk dari pintu tersebut. Maka pintu yang penting untuk diperhatikan dalam hunian apartemen adalah pintu masuk unit.

Biasanya pintu masuk unit apartemen adalah pintu single/ tunggal dan biasanya pintu masuk unit ini cenderung menghadap ke dinding atau ada juga yang saling berhadapan dengan unit lain.

Secara feng shui pintu masuk unit menghadap ke dinding cenderung menghalangi rezeki. Perumpamaan pintu tersebut adalah adanya gunung yang menghalangi depan pintu utama.

Adanya dinding di depan pintu masuk utama bangunan tempat tinggal cenderung membuat rezeki masuk terhalang. Akan lebih baik jika pintu utama terbuka dan menghadap ke jalan atau taman. Simbol rezeki masuk ke rumah tidak terhalang, menghadap ke lautan.

Selain itu ada lagi masalah pintu utama unit apartemen biasanya cenderung pintu tunggal atau single, kalaupun ada apartemen kelas menengah atas menggunakan pintu double biasanya tidak sama besar, satu pintu besar, yang lainnya pintu kecil. Secara feng shui kondisi ini kurang baik. Karena rezeki yang masuk tidak besar.

Pintu masuk utama rumah atau unit dalam apartemen adalah simbol mulut rezeki. Sebaiknya mulut harus besar, dan seimbang dengan badan. Jadi pintu masuk yang baik adalah pintu double dan saat terbuka ruang dalam pintu utama sebaiknya besar bisa menampung rezeki yang masuk. Jika pintu besar kecil secara feng shui simbol rezeki yang masuk adalah tidak seimbang. Lebih baik pintu single daripada pintu double besar kecil.

www.rumahselerakita.blogspot.com

Jangan Sembarangan Memilih Properti


 www.rumahselerakita.blogspot.com

MENCARI dan memilih properti seperti halnya mencari jodoh. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih lokasinya.

Generasi tua suku Jawa sering kali menyamakan rumah dengan “pulung”, yakni anugerah bagi mereka yang memang berjodoh. Menurut kepercayaan mereka, orang yang membeli rumah, baik rumah baru maupun second, berarti mendapat “pulung”.

Untuk bisa membeli rumah/ properti pun harus ada usaha tertentu dari orang yang bersangkutan karena rumah tidak tersedia begitu saja bagi mereka yang mampu membelinya.

Banyak pilihan
Karena membeli rumah harus “cocok” dengan pembeli, maka Anda yang berkehendak membeli rumah tentunya akan mencari rumah yang “cocok” dengan Anda.

Saat ini ada banyak sekali rumah yang ditawarkan penjual, baik yang berada di dalam kompleks perumahan, maupun di luar kompleks perumahan. Rumah-rumah itu ditawarkan oleh banyak pihak, antara lain pengembang perumahan itu sendiri, broker properti, dan orang yang akan menjual rumahnya.

Melihat fungsi rumah sebagai tempat berlindung dan ditinggali selamanya, maka memilih rumah harus dilakukan dengan langkah hati-hati dan bijak. Dengan tawaran yang beragam, pilihan Anda menjadi lebih luas.

Dalam memilih rumah di perumahan, yang perlu diingat adalah faktor lokasi sebagai faktor utama dalam memilih rumah. Setelah mendapatkan lokasinya, baru Anda menentukan perumahan mana yang akan Anda pilih.

Agar tidak salah langkah dalam memilih perumahan, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilihnya :

1. Lihat siapa pengembangnya
Rumah sebagai unit properti khususnya yang dibeli dengan kredit akan melibatkan komitmen jangka panjang. Di sinilah unsur kepercayaan berperan penting dalam bisnis peroperti. Ketika Anda menyerahkan uang tanda “jadi” dan uang muka, berarti Anda percaya bahwa pengembang akan menjaga kepercayaan Anda.

Maka pertimbangkan pengembang yang bisa dipercaya ketika memilih unit properti di sebuah lokasi. Caranya? Cari informasi apakah pengembang yang bersangkutan dapat tepat waktu dalam membangun dan menyerahkan produknya (rumah) dalam proyek sebelumnya. Kalau perlu Anda mengecek apakah pengembang tersebut mempunyai cacat atau tidak dalam memenuhi janji pada saat serah terima rumah. Hal ini penting mengingat banyaknya pengembang yang melakukan wanprestasi. Dalam beberapa kasus hukum juga terjadi bahwa pengembang tidak kunjung membangun rumah.

2. Lihat tema dan masterplan proyek perumahan
Dengan simulasi komputer, Anda dapat melihat brosur yang disodorkan pengembang dengan visualisasi yang dapat menggambarkan tema dan masterplan perumahan itu. Keduanya merupakan identitas proyek perumahan. Kalau tema dan masterplan-nya adalah kota taman, maka di lokasi itu tentunya tidak dibangun kawasan industri.

Pembangunan kawasan industri di sebuah wilayah mungkin akan membuat wilayah tersebut menjadi bising, tetapi peluang bisnisnya besar kalau harga properti di wilayah tersebut meningkat. Di sisi lain, kota taman mungkin menawarkan lingkungan hunian yang tenang, tetapi harga propertinya mungkin juga akan “tenang-tenang” saja. Oleh karena itu, cari lokasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

3. Bagaimana suplai air bersihnya
Masalah air bersih di Jakarta dan kota besar lain tetap menjadi persoalan klasik. Hingga kini, masalah tersebut belum terpecahkan, meskipun telah ada perusahaan air minum daerah (PDAM), beberapa di antaranya bekerja sama dengan perusahaan asing.

Pasokan air bersih ke rumah warga sering tersendat, bahkan macet sama sekali. Kualitas air juga menjadi bahan keluhan. Dalam hal ini, air sumur tampak menjadi solusi. Alasannya, air sumur bisa dibilang gratis, di luar ongkos listrik untuk pompanya. Namun, tidak selamanya air sumur baik. Kini, semakin sering, kita mendengar bahwa air sumur terkontaminasi air laut atau limbah industri. Kalau dikonsumsi selama bertahun-tahun bisa mengganggu kesehatan.

Untuk itu, Anda harus menanyakan kepada pengembang, bagaimana pasokan air bersih di lokasi perumahan miliknya; apakah menggunakan air sumur atau air dari PDAM. Kemudian, jangan lupa tanyakan juga kepada tetangga sebelah, bagaimana kualitas air minumnya.

4. Kelengkapan fasilitas
Pada umumnya rumah di kompleks perumahan ditawarkan bersamaan dengan berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial, seperti kolam renang, penampungan air, jaringan listrik, telepon, alat pemadam kebakaran, pengelolaan air limbah (sewage treatment plan), sarana ibadah, dan tempat kesehatan.

Fasilitas itu memenuhi kebutuhan konsumen akan fungsi rumah dan juga gaya hidup. Pemilihan yang seksama tentang tingkat ketersediaan fasilitas akan memberikan peluang lebih besar untuk memperoleh capital gain. Umumnya, pengembang menghindari pembangunan fasilitas lengkap sejak  awal karena berpotensi merugikan pengembang dengan mengeluarkan biaya tinggi di awal, dan kalau ada resesi biaya tersebut tidak kembali. Fasilitas yang lengkap sejak awal membuat pembeli membayar lebih besar.

Pembangunan fasilitas yang bertahap akan meningkatkan nilai properti sesuai dengan tingkat pengembangan fasilitasnya dan memberikan manfaat kepada pembeli pertama. Dengan kata lain, fasilitas yang belum lengkap dapat memberi peluang kenaikan harga rumah. Namun, faktanya menunjukkan bahwa banyak pengembang yang mengingkari janji untuk membangun fasilitas.

5. Kualitas
Tanpa adanya lembaga standardisasi seperti di negara maju, maka unit properti bisa dibangun dengan kualitas yang berbeda. Konon inilah salah satu kendala yang membuat bisnis efek beragun mortgage (mortgage-based securitization) sulit berkembang di Indonesia.

Dalam kaitan ini, maka penting bagi calon pembeli rumah untuk mempertimbangkan aspek kualitas, baik kualitas fisik rumah, jalan, maupun lingkungan.

6. Lihat apakah pengembang menjalankan divisi manajemen estate (ME)
Selain membangun fasilitas, kondisi fisik lingkungan dapat juga memengaruhi nilai jual rumah di kemudian hari. Oleh karena itu, cari informasi mengenai rencana pengembang jangka panjang terhadap kawasan yang dikembangkan. Kantong-kantong lahan kosong harus dijaga agar tidak tiba-tiba berkembang menjadi daerah kumuh karena pengembangan yang tidak disiplin.

Bagaimana langkah dan upaya pengembang agar harga rumah di kompleks tersebut tidak akan jatuh di kemudian hari, misalnya karena pemburukan lingkungan dan lain-lain. Hal ini bisa dilihat dari seberapa bagus divisi manajemen estate yang mengelola masalah-masalah, seperti sampah, fasilitas, dan asosiasi pemilik.

7. Partisipasi warga
Meski bukan jaminan, kerja sama antarwarga dapat membuat sebuah kompleks perumahan lebih nyaman dan aman dihuni. Oleh karena itu, pada umumnya pengembang menggalakkan partisipasi pemukim untuk berperan serta dalam menangani kebutuhan lingkungan. Misalnya, mendukung dibentuknya home owner association, seperti RT dan RW di perkampungan yang nantinya akan menangani masalah yang ada di dalam perumahan secara swadaya. Namun, kadang-kadang, upaya mobilisasi yang diprakarsai pengembang tidak berjalan baik.

Kalau Anda sudah mengetahui kondisi lingkungan sebuah perumahan dan memutuskan untuk membeli rumah di wilayah itu, yakinkan Anda juga melihat pilihan perumahan lain yang ada di wilayah tersebut.

Jika ingin mengeluarkan dana Rp 200 juta untuk sebuah rumah, lihat juga rumah yang ditawarkan lebih mahal yang ada di sekitarnya. Banyak perumahan dijual dengan harga di bawah harga permintaan. Bisa jadi Anda mungkin mampu mengeluarkan sedikit uang lagi untuk mendapatkan fasilitas yang jauh lebih tinggi nilainya.

Jika Anda mencari rumah dengan bantuan pialang properti, yakinkan Anda tidak mengabaikan rumah-rumah yang dijual oleh pemilik langsung (yang tidak dijual oleh agen/broker properti tersebut). Jika tidak, Anda mungkin kehilangan peluang memperoleh properti yang bagus.

WWW.RUMAHSELERAKITA.BLOGSPOT.COM

Hunian Mungil yang Lapang ala Jepang



Perusahaan ritel Jepang, Muji, baru saja merancang sebuah hunian di Tokyo. Rancangan tersebut diharapkan bisa melayani kebutuhan penduduk kota.



Hunian tersebut memaksimalkan alur kecil dalam ruangan, terutama untuk menyediakan akomodasi tamu yang luas dan terang benderang. Alur kecil tersebut tersebar di tiga lantai.



Menggunakan konsep split level, fungsi dan penempatannya sangat tepat, yaitu ditempatkan saling bersisian untuk memastikan lingkungan di dalamnya saling terhubung dan terintegrasi. Tak ada yang terhalang oleh salah satu dinding atau pintu, karena ruang tangga pun dimasukkan sebagai ruang tamu tambahan.



Di bagian ruang (arah utara), Muji menempatkan jendela samping yang besar. Hal tersebut sukses membangun suasana terang ke dalam ruangan dan membuatnya terasa lapang. Hunian mungil yang lapang

www.rumahselerakita.blogspot.com

Rumah Tipis dan Mentalitas Hidup Sederhana ala Jepang


Rumah tipis bukanlah ide baru. Selama berabad-aba, banyak arsitek telah merancang sejumlah bangunan mungil atau lebih tepat tipis selama berabad-abad. Tren yang berkembang untuk rumah mikro di perkotaan, yang umumnya jarang melebihi 30 meter persegi, kini memicu munculnya tren baru rumah-rumah mungil.

Upaya menemukan ruang baru di tengah kota yang sempit, penduduk kian padat, serta tanah semakin mahal juga membuat bangunan mikro ini makin dan lebih menarik bagi orang-orang yang berjuang untuk menemukan lahan dan membangun rumah sendiri. Di London saja, tahun lalu nilai tanah naik lebih dari 13 persen.

"Ada begitu banyak tekanan yang membuat orang memanfaatkan lahan kecil menjadi ruang yang panjang dan tipis," jelas arsitek Inggris Jack Woolley, yang menangani proyek-proyek rumah selebar 3,2 meter di London.

"Sempitnya itu malah membuat rumah-rumah ini malah tampak begitu istimewa," katanya kepada Dezeen.

"Masalah paling sulit diatasi adalah sirkulasi," tambahnya.

Preseden buruk itu berulang untuk jenis-jenis hunian yang banyak ditemukan di kota-kota padat penduduk seperti Jepang. Di negara ini, "rumah-rumah tipis" yang kerap disebut sebagai tempat tidur belut atau sarang, biasanya memiliki lebar antara dua sampai lima meter.


 

Skeptis

Untuk membuat layout fungsional dalam bangunan-bangunan Jepang yang sempit, para arsitek cenderung membuang koridor dan menata kamar secara berurutan.

"Orang Jepang jarang memiliki mentalitas untuk menemukan estetika dalam keterbatasannya," Satoshi Kurosaki, yang perusahaannya Tokyo Apollo Arsitek & Associates telah menyelesaikan puluhan tempat tinggal di seluruh Jepang.

"Di Tokyo dan kota-kota Jepang lainnya, sebagian besar lahan terbatas dan sangat padat, dan ukuran 'kecilnya' itu selalu ada dalam kehidupan sehari-hari," kata arsitek.





 
"Memiliki ruang terbatas mendorong kami mengembangkan teknik detail dan melahirkan gaya hidup baru," tambahnya.Salah satu contoh yang paling ditiru adalah rumah sempit Tadao Ando Row House, yang selesai dibangun pada 1973. Selebar lebih dari tiga meter, bangunan tersebut menampilkan sebuah kesederhanaan tanpa kompromi yang kemudian menelurkan ratusan replika di seluruh negeri.

Kurosaki mengatakan, kunci untuk proyek-proyek seperti itu adalah menghindari berpikir tentang sempit atau mungil sebagai faktor negatif dan memperlakukannya sebagai kesempatan untuk menjaga hal-hal begitu sederhana dan rapi.

"Dalam kasus rumah sempit, Anda akan banyak menggunakan kata tidak boleh dimasukkan ke dalam rumah," katanya.

 
"Membagi ruang ke kamar kecil adalah mungkin, tetapi tidak untuk memisahkannya. Kami pastikan, bahwa satu ruang diatur agar selonggar mungkin. Kami harus menciptakan perbedaan tingkat dan kesenjangan pada ketinggian langit-langit. Menciptakan ruang kosong seperti atrium cenderung membuat ruang lebih besar. Itu kuncinya," tambahnya. Dapatkah keberhasilan tipologi di Jepang itu terulang di negara-negara lain? Kurosaki mengaku skeptis. Ia percaya, hal semacam ini akan selalu dibatasi oleh kebiasaan budaya penduduk yang sangat bervariasi di negara-negara lain.

5 Keuntungan Besar Tinggal di Rumah Mungil


Para pengembang kini mulai menawarkan rumah-rumah berukuran kecil atau unit-unit apartemen berukuran terbatas bagi masyarakat yang ingin tinggal di tengah kota. Keterbatasan lahan dan tingginya harga tanah menjadi salah satu faktor pendorong keputusan pengembang tersebut.

Memiliki rumah berukuran kecil memang bukan hal negatif. Banyak hal positif yang dapat kita rasakan dari memilik rumah yang kecil. Diantaranya sebegai berikut:
 

Minim pengeluaran
Hunian yang lebih kecil dapat meminimalisasi pengeluaran.

Tinggal di dalam rumah berukuran kecil lebih "bersahabat" dengan anggaran. Hanya perlu sedikit tenaga untuk menghangatkan dan mendinginkan rumah. Akibatnya, tagihan listrik lebih murah.

Tidak banyak berbenah
Semakin kecil rumah, energi yang diperlukan semakin sedikit.

Penghuni rumah juga memerlukan lebih sedikit usaha untuk membersihkan dan merawat rumah. Efeknya, biaya yang dikeluarkan juga lebih sedikit.

Hemat waktu
Tak hanya lebih sedikit usaha, waktu yang diperlukan untuk merawat rumah berukuran kecil juga lebih sedikit. Pemilik rumah berukuran kecil tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mendekor, memilih warna dinding, memilih karpet, memilih furnitur, lampu, dan dekorasi. Lebih sedikit ruang untuk menempatkan barang-barang di dalam rumah juga memaksa pemilik rumah berhemat.

Mendekatkan keluarga
Satu hal lain yang tidak kalah penting adalah kemampuan rumah berukuran kecil "memaksa" pemilik rumah berinteraksi dengan keluarganya. Hal serupa akan sulit dicapai jika keluarga tersebut tinggal di dalam rumah berukuran besar.

Lebih mudah terjual
Menariknya,  rumah berukuran kecil akan lebih mudah terjual ketimbang rumah berukuran besar. Peningkatan biaya listrik yang terus terjadi membuat masyarakat lebih jeli dalam memilih rumah.

Rumah yang hemat energi akan menjadi incaran di masa depan. Jadi, tidak salah lagi bila rumah berukuran kecil akan menjadi incaran. Jadi, tunggu apa lagi? Jangan terburu-buru menolak penawaran rumah berukuran kecil. Simak karakteristiknya, pertimbangkan dulu keuntungannya.

WWW.RUMAHSELERAKITA.BLOGSPOT.COM

Menghadap Istana Buckingham, Inilah Apartemen Termahal di London

Sebuah penthouse yang letaknya menghadap Buckingham Palace akan menjadi properti paling mahal di London. Harganya per kaki persegi mencapai 25 juta pound sterling atau setara Rp 490 miliar, bahkan jauh sebelum properti itu dibangun.

Pengembang properti British Land mengatakan, bahwa sebelumnya unit di lantai teratas apartemen itu telah dijual seharga 5.000 pound sterling per kaki persegi atau senilai Rp 98 juta lebih. Pemegang rekor properti termahal sebelumnya berada di Mayfair, juga di pusat kota London.

Lokasi apartemen yang akan menjadi properti termahal itu dekat dengan kawasan Bond Street dan menghadap Buckingham Palace, The Ritz Hotel, serta Green Park. Bangunan itu bertingkat 10 termasuk di dalamnya akan dilengkapi bioskop, spa, dan kolam renang. 

Para pengembang mengatakan, penjualan apartemen itu ditargetkan untuk membidik daftar orang-orang berduit dan pembeli potensial. Mahalnya harga yang dibayar untuk unit-unit apartemen tersebut disinyalir akan meningkatkan kekhawatiran terjadinya gelembung perumahan (bubble) di London, yaitu dengan adanya beberapa investor asing yang bersedia membayar di atas harga pasar untuk properti di lokasi-lokasi bergengsi.

Nantinya, para calon pembeli "the have" itu akan didekati oleh agen real estate Knight Frank dan Wetherell.

"Ini akan menjadi sebuah bangunan warisan yang dibuat menghadap Istana Buckingham. Ini akan menjadi sangat istimewa," kata Peter Wetherell, pendiri agen real Mayfair.